DUA TANDA ULAR revisi Anatasya
DUA TANDA ULAR,
bukan,,bukan
ini ngga ada hubungannya dg Harry Potter dan Voldemort
nama DUA TANDA ULAR muncul sebagai persekutuan sebuah aliansi super keren.
diawali dg debat kusir mengenai nama yg cocok untuk mewakili 6 mahkluk aneh tapi ngangenin,,,
Sebenarnya sebelum nama Dua Tanda Ular ada, dan pingkuk belum
bergabung, sempat kita mencoba nama "IKH BODI PANAS" singkatan dari
Ikhfaul, Boni, Diah, Pandu dan Anas. Namun dari kelas diatas mushola
tiba2 Ardyna sang bendahara muncul sambil mengibar-ngibarkan selembar
uang sepuluh ribu. Karena dana kami yang saat itu sangat minim (tidak
sampai dua puluh ribu) dan mengingat atribut yang akan kami buat
terlalu banyak untuk 20 ribu, kami langsung saja ngiler sambil
mengejar-ngejar uang yang dijatuhkan Ardyna dari lantai 2. Alhasil
resmilah bendahara OSIS itu bergabung. Namun kami juga bingung
menyisipkan namanya ke singkatan yang telah mapan (walaupun terdengar
najis) itu. Tiba-tiba sang Editor alias saya sendiri berkata "
Bagaimana kalau ‘IKH, BODI ARDYNA
PANAS!!’ ?" Tapi berhubung dia
langsung moreng-moreng(ngamuk-ngamuk) begitu mendengarnya kami langsung
memutuskan memilih DUA TANDA ULAR saja. Selain itu DUA TANDA ULAR
memang terdengar lebih keren.
DU : diambil dari kata ‘ndu’ dari nama seorang ketua OSIS saat itu ‘panDU dayarahman’
A : diambil dari kata ‘an’ dari nama seorang mantan ketua MPK saat itu ‘Anatasia novitasari’
TA : diambil dari kata ‘gusta’ dari nama seorang ketua ekskul komputer saat itu ‘boni agusTA’
NDA : ini yang paling ‘mekso’ diambil dari kata ‘ndari’ dari nama seorang editor majalah sekolah saat itu ‘diah wulaNDAri’
UL : diambil dari kata ‘faul’ dari nama seorang mantan humas MPK saat itu ‘ikhfaUL rekyanata’
AR : diambil dari kata ‘ardi’ dari nama seorang bendahara OSIS saat itu ‘ARdina wahyu’
dan di tengah perjalanan perkumpulan aneh ini bergabunglah seorang
ciek alias pingkuk alias rousta ato dengan nama lengkap ‘dian rousta’
seorang sekretaris OSIS pada masa itu. di sinilah mulai muncul
perdebatan yg cukup sepele, penggantian nama perkumpulan menjadi DUA
TANDA ULAR PINGKUK, dengan artian bahwa ular tersebut berasal dari
sawah di sebuah daerah terpencil bernama desa ‘pingkuk’. namun setelah
melalui musyawarah untuk mencapai mudarat, maka nama perkumpulan adalah
tetap sebagai DUA TANDA ULAR
(yg spt sudah dibahas di atas,,memang nama yg keren,,hahahaha)
tujuan dari terbentuknya perkumpulan ini adalah tidak lain dan tidak
bukan sebagai sarana atau media kampanye seorang calon ketua OSIS, atau
dengan kalimat yang lebih sederhana tim sukses seorang calon ketua OSIS
saat itu yang bernama ‘rosandy’ alias mas gembur
perkumpulan ini bekerja sangat cepat mengingat waktu yang amat
sangat mepet, namun itu bukan suatu masalah bagi sekupulan anak aneh
ini, selain tangkas terampil dan kereaktif, beberapa dari personilnya
sudah pernah sukses menjadi tim sukses calon ketua OSIS periode
sebelumnya, mereka adalah anak2 yang memang sangat kurang kerjaan yang
amat sangat menginginkan OSIS dipimpin oleh orang yang pantas saat itu
(menurut asumsi kami tentunya)
aksi kami dimulai dengan menyebar pamflet yang melampaui batas,
sampai2 masih sekitar ratusan pamflet yang belum tersebar, sungguh
pemikiran yang jauh ke depan, karena tentu pamflet2 tsb masih bisa
bermanfaat, selain untuk bungkus tempe, penyulut api kompor minyak,
pamflet2 ini juga bisa digunakan untuk mengecek isi tinta printer,
benar2 anak2 yang berpikir sangat jauh ke depan!
kami juga sering melakukan pertemuan2 rahasia, dengan logo yang
cukup kontroversial dan komersial, yaitu angka dua yang dililiti ular
hitam tentunya bukan masalah besar untuk mendapatkan massa yang
mengkhawatirkan keselamatan hidupnya. bukannya maksud kami mengancam
maupun menakut nakuti dengan keberadaan logo kami yang menyebar ke
seluruh pelosok sekolah, tentu kami sudah berpikir jauh jauh ke depan
sehingga memutuskan untuk memakai logo cukup sadis itu
pucak karier kami adalah saat dimana kami membuat spanduk yang
berasal dari dana urunan bersama kami. dengan perencanaan anggaran dana
yang pas2an dan personil yang tdk memiliki pengalaman kerja jadi tukang
spanduk, spanduk putih panjang bertuliskan ‘VOTE ROSANDY’ akhirnya
berhasil kami kibarkan pada saat puncak kampanye tepatnya saat upacara
bendera di hadapan beribu2 siswa dan guru, dengan metode kamuflase dan
alasan bertele2 kami berhasil menembus barikade pengaman upacara yang
cukup disegani saat itu sehingga kami bisa tiba tepat di atas mas
gembur berkampanye dan mengibarkan spanduk kebanggan kami yang kemudian
mengantarkannya ke puncak karier kursi ketua OSIS smada!
*ada sedikit cerita menarik dr penggalangan dana untuk membuat
spanduk itu. seperti yg telah dijelaskan, 2 tanda ular memang modal
nekat doank,,,pada akhirnya di tengah himpitan finansial, kami
memutuskan untuk menggarong gaji mantan ketua OSIS kita (asa
widiastomo) yg lg pertukaran pelajar di Amrik. gaji yg dimaksud adl
gaji dr BIAS (majalah sekolah).
YESS,,,BIAS mang oke
ya iyaaaaa laaaahhh,,,secara banyak anggota 2 tanda ular adl pengurus BIAS
anas = artikelis, asa = reporter, diah = editor, boni = editor,
(saya lupa,,,apakah ardyna juga bergabung dalam BIAS??? maap,,ingatan saya memang kadang2 payahhh,,,,)
uuhh,,,waktu yg bener2 ngangenin!
masa yang paling indah adl masa2 d SMA??
(wah,,,alm. bang chrisye mang bener bgt!!!))
*dikutip dari blog milik diah dan boni
dg sedikit perubahan