DUA TANDA ULAR revisi dari diah
Bagi yang udah baca Blog Boni tentang Dua Tanda Ular (bagi yang belum baca, sebaiknya baca dulu biar nyambung), sebenarnya ada beberapa hal yang terlewat seperti:
1. Sebenarnya sebelum nama Dua Tanda Ular ada, dan pingkuk belum bergabung, sempat kita mencoba nama "IKH BODI PANAS" singkatan dari Ikhfaul, Boni, Diah, Pandu dan Anas. Namun dari kelas diatas mushola tiba2 Ardyna sang bendahara muncul sambil mengibar-ngibarkan selembar uang sepuluh ribu. Karena dana kami yang saat itu sangat minim (tidak sampai dua puluh ribu) dan mengingat atribut yang akan kami buat terlalu banyak untuk 20 ribu, kami langsung saja ngiler sambil mengejar-ngejar uang yang dijatuhkan Ardyna dari lantai 2. Alhasil resmilah bendahara OSIS itu bergabung. Namun kami juga bingung menyisipkan namanya ke singkatan yang telah mapan (walaupun terdengar najis) itu. Tiba-tiba sang Editor alias saya sendiri berkata " Bagaimana kalau ‘IKH, BODI ARDYNA
PANAS!!’ ?" Tapi berhubung dia langsung moreng-moreng(ngamuk-ngamuk) begitu mendengarnya kami langsung memutuskan memilih DUA TANDA ULAR saja. Selain itu DUA TANDA ULAR memang terdengar lebih keren.
2. Sebenarnya mengenai simbol itu, designer dua tanda ular alias Boni menggambar ularnya seperti sendok makan punyak mak-mak. Tapi untunglah dengan sedikit pressure (dengan mengomel-ngomel dan berteriak-teriak pada Boni untuk membuat Ular yang lebih garang , bukan ular yang imut) akhirnya dia berhasil.
3. Sebenarnya uang hasil kita wul (patungan) kurang untuk membuat spanduk. Tapi sang ketua OSIS yang akan pensiun itu keukeh ingin membuat kejutan dengan spanduk. Ok. Akhirnya dengan keahlian kita memprovokasi (yang belum tersebut di blog Boni), kita berhasil menarik para donatur dengan donatur terbesar Rahma Anindita (sang Putri Smada). Duit pun akhirnya pas banget untuk membeli kain (buat spanduk), perlu dicatat "kain", bukan "spanduk". Alhasil kita membuat sendiri spanduk dengan kemampuan yang asal (karena kita belum pernah kerja praktek di tukang sablon).
4. Sebernarnya menembus barikade yang ketat itu berlebihan. Hanya perlu tersenyum pada guru yang suka berkeliling dan mengomel pada murid yang tidak mengikuti upacara (T**jo) dan bilang "Tim Sukses Pak!!!!" langsung saja ia diam lalu pergi. Memang kita siswa terkenal dan sangat dipercaya guru (HUA…HUA…ha…ha..he..he)